JarIK Profile

Jaringan Islam Kampus (JarIK) simpul Medan-Sumatera Utara merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari JarIK di beberapa daerah lain di Indonesia. Terbentuknya JarIK di Medan – Sumatera Utara diawali dari sebuah training Jaringan Islam Kampus yang dilaksanakan oleh Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF) Jakarta pada pada tanggal 23-25 Maret 2007 di Balai Diklat Prov. Sumatera Utara. Pelatihan tersebut menghadirkan beberapa orang pembicara, yaitu: Prof. Dr. M. Dawam Rahardjo (LSAF Jakarta), Prof. Dr. Kautsar Azhari Noer (Paramadina Jakarta), Budhy Munawar-Rachman (Program Oficcer Islam and Civil Society TAF), dan Prof. Dr. Nur Ahmad Fadhil Lubis. Training tersebut bertujuan untuk merangsang kesadaran peserta terhadap prinsip-prinsip kebebasan beragama, yang selanjutnya berhasil melahirkan 25 orang kader yang memiliki komitmen dan siap memperjuangkan prinsip-prinsip kebebasan beragama.

Pada 27 April-03 Mei 2007, JarIK simpul Medan – Sumatera Utara mengirimkan 4 orang kadernya untuk mengikuti Intermediate training di Jakarta guna memperkuat pemahaman tentang prinsip-prinsip kebebasan beragama secara teoretis. Moment ini sekaligus pula menjadi kesempatan JarIK di seluruh Indonesia untuk melaksanakan konfrensi nasional yang kemudian melahirkan sebuah manifesto JarIK. Pada konfrensi ini JarIK menilai perlu mengadakan rekrutmen kader, sehingga pasca kegiatan tersebut (Mei-Juli 2007) seluruh kader JarIK yang berada di 7 wilayah Indonesia telah berhasil melaksanakan kaderisasi pada jenjang basic training dengan menciptakan 25 orang kader kedua di masing-masing daerah. Jarik Medan – Sumatera Utara sendiri malaksanakan training tersebut pada 18-22 Mei 2007. Dengan demikian, terdapat 350 orang kader Jarik di seluruh Indonesia dari hasil dua kali pelatihan basic training JarIK di 7 wilayah Indonesia.

Dari penciptaan kader dalam jumlah besar pada waktu yang relatif singkat ini, muncul kesadaran untuk memperkuat Jaringan yang mampu melakukan advokasi melalui instrumen hukum Nasional maupun internasional. Dengan demikian, pada 18-28 Agustus 2007, Jarik bekerjasama dengan LSAF melaksanakan pelatihan pada jenjang Advance Training dengan melibatkan 25 orang peserta dari seluruh wilayah yang ada. Pada moment ini, Sumatera Utara mengirimkan 3 orang peserta untuk mengikuti pelatihan dimaksud. Pada kesempatan ini pula Jarik melaksanakan national meeting (pertemuan nasional) untuk merumuskan ruang gerak Jarik secara konferhensif. Dengan segala daya dan upaya, selanjutnya Jarik mendeklarasikan diri sebagai gerakan intelektual muda untuk kebebasan beragama dan penegakkan hak-hak sipil keagamaan di Indonesia. Visi JarIK kemudian dimatangkan melalui kegiatan Konsolidasi Nasional Jaringan Islam Kampus di Jogjakarta pada 4-6 Maret 2009 dengan komitmen mewujudkan gerakan intelektual muda untuk kebebasan dan penegakan hak-hak sipil.

%d blogger menyukai ini: