Mengapa Umat Islam Takut Pluralisme?

Diskusi ketiga Jarik Sumut dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2007 dengan menghadirkan dosen Ilmu perbandingan Agama Fak. Dakwah IAIN Sumatera Utara. Drs. Irwansya, M. Ag. Dalam kajian ilmu keislaman, beliau salah seorang yang dianggap memiliki pemikiran sesat di IAIN Sumatera Utara karena pernah melontarkan pendapatnya bahwa: Isra’ tidak terjadi pada Muhammad melainkan pada nabi Musa

Dalam diskusi kali ini, beliau justru mengatakan bahwa umat Islam tidak perlu takut dengan konsep pluralisme yang sesungguhnya datang dari agama Kristen, berawal dari prinsip yang dianut mereka bahwa Kristen bukanlah satu-satunya agama yang benar, “bukankah ini berarti mereka juga mengakui kebenaran agama Islam?, lantas mengapa umat Islam harus takut, wong mereka mengakui kebenaran kita?” ujarnya dengan nada iseng.

Beliau juga mengatakan bahwa keputusan MUI tentang pengharaman pluralisme juga perlu dikaji ulang, sebab fatwa tersebut merupakan bahagian paling kecil dalam agama Islam. Beliau mengatakan bahwa fatwa menempati kedudukan yang paling bawah dengan gambaran: Islam – Syariat – Ijtihad (Fatwa).

Mengakhiri diskusi tersebut beliau mengemukakan bahwa kita tidak dapat memaksakan pemahaman kita pada orang lain”, saya sendiri berbeda dengan anda, boleh jadi berbeda al-Qur’an, atau bahkan Tuhan” (menurut pemahaman-ed).

Trackbacks are closed, but you can post a comment.

Komentar

  • alamsyah  On April 7, 2007 at 3:14 pm

    Masyarakat indonesia merupakan masyarakat majemuk, yang mempunyai beberapa suku, budaya, bahasa, kelompok dan agama. ketakutan masyarakat terhadap pluralisme adalah ditakutkan adanya gejala nihilisme, plural shok. nihilisme adalah sebuah paham yang mengatakan adanya kekosongan kebenaran karena semuanya dianggap benar. sedangkan plural shok adalah gejala dimana situasi masyarakat mengalami kebingungan dalam menghadapi ke-pluralaran. untuk menghindari ketakutan masyarakat khususnya masyarakat elit (intelektual) adalah dengan cara memahami agama dengan sejarah ilmiah. atau dengan kata lain dengan melakukan arkeologi sejarah khusunya agama. arkeologi sejarah agama maksudnya pembongkaran kembali sejarah agama dengan pendekatan disiplin ilmu. akan tetapi, pendekatan yang paling tepat adalah pendekatan sejarah.

  • fal  On April 25, 2007 at 3:37 pm

    salam kenal! kawan, kita dari jarik bandung ankgatan ke dua, hasil inkubasi pelatihan di garut. ngomomg-mgomong tulisanya sarkastik juga.
    diskursus tentang pluralisme memang banyak diwaspadai indonesia, kita tak lantas menjustifikasi dengan pertanyaan tendensius. pluralisme memang baik, agar tercipta semangat egalitarian. tapi tak semua masyarakat (umat)islam dapat menerimanya kita perlu mengkaji sosio religiusitas kultural masyarakat islam indonesia.

  • salman nasution  On Agustus 14, 2007 at 9:52 am

    peristiwa isra’ mi’raj yang terjadi pada nabi muhammad atau nabi musa.?????????????
    saya sebagai hamba yang mempunyai tuhan, tidak ambil open dengan komentar tersebut. tapi yang terpenting buat kita semua adalah apa yang kita perbuat kepada tuhan kita. artinya mau musa kah namanya atau muhammad kah namanya yang jelas itu untuk mereka. tuhan menciptakan kita hanya untuk meyembah Nya

  • Miftahul Ulum  On November 16, 2007 at 8:53 am

    sebelum terlalu dalam membicarakan perbedaan, mungkin sebaiknya kita masuk lebih dalam dulu dengan agama dan keyakinan kita, sehingga bisa menyikapi perbedaan dengan baik karena sudah cukup materinya. kalau belum cukup dalam pemahaman kita terhadap agama kita sendiri kemudian menjerumuskan diri kedalam perbedaan, sebaiknya banyak-banyak baca do’a robbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idzhadaitanaa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: