Archive for Maret, 2008
Verbalisme Ayat-Ayat Cinta
Oleh Saidiman Aktivis Jaringan Islam Liberal
Studio 3 Twenty One Bintaro, Jakarta, tempat saya menonton malam itu memang sesak, dan yang menarik adalah dipenuhi oleh ibu-ibu dan bapak-bapak setengah baya, sesuatu yang sangat tidak lazim untuk film-film yang lain. Dua orang bapak-bapak harus kecewa karena ia memilih tempat duduk paling depan yang dia kira adalah tempat duduk paling belakang.
Memang ada beberapa hal yang menarik dari film ini, di samping beberapa kekurangan yang cukup fatal. Kelebihan pertama adalah bahwa film ini dibintangi oleh pemeran yang benar-benar gagah dan cantik. Kelebihan kedua adalah dari sudut cerita yang tragis. Saya kira ini adalah salah satu kisah cinta yang dahsyat, seperti kisah-kisah cinta yang lain yang juga sering dahsyat.
Add comment Maret 29, 2008
Melacak Kelahiran Muhammad: Sebuah Perspektif Sejarah Kritis
Oleh: Eko Marhaendy
Pada kesempatan sebelumnya, saya pernah menuliskan sebuah artikel bertajuk Sekedar Refleksi untuk 8 Juni (dipublikasikan secara pribadi), dengan sebuah ide pemikiran bahwa 8 Juni – dalam perspektif penanggalan Masehi – pada prinsipnya merupakan momentum penting bagi umat Islam, namun kerap menganggapnya tidak begitu penting. Artinya, umat Islam pada umumnya hampir melupakan bahwa tanggal tersebut merupakan tanggal dimana Muhammad SAW wafat. Tanggal ini menjadi tidak begitu penting dikarenakan kebiasaan umat Islam menggunakan sistem penanggalan Hijriyah untuk mencatat pristiwa dan sejarah Islam. Padahal, sistem penanggalan tersebut secara resmi baru dimulai pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, enam tahun setelah wafatnya rasul.
2 comments Maret 25, 2008
Membumikan Teologi Inklusif
Oleh: Rizem Aizid
(Mahasiswa Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
Fenomena yang terjadi dalam masyarakat (baca:OKP) muslim Indonesia saat ini adalah ketidakmauan menerima isme-isme yang datang dari luar (Islam). Seperti; pluralisme, inklusivisme, liberalisme, sekularisme, dan modernisme. Isme-isme dalam konteks ini diartikan sebagai sebuah paham yang membawa pesan perbedaan dan kemajemukan, dan berasal dari Barat.
Ketidakmauan menerima isme-isme ini, menurut Luthfi Assyaukanie, dilatarbelakangi oleh banyaknya pemikir-pemikir muda (OKP) islam yang beranggapan bahwa pluralisme, sekularisme, dan modernisme bertentangan dengan semangat ajaran islam. Sebab, gagasan pluralisme akan membuat islam semakin lemah. Pandangan-pandangan seperti inilah yang telah membawa OKP islam pada kejumudan berpikir.
1 comment Maret 22, 2008
Rendah Diri Kaum Wahhabi
Oleh: Saidiman (Aktivis JIL)
Dalam sebuah diskusi di Paramadina beberapa waktu lalu, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyebut kelompok Islam Wahhabi sebagai kelompok Islam yang memiliki rasa rendah diri yang sangat tinggi. Kelompok ini kemudian menutupi rasa rendah dirinya dalam bentuk mental mudah tersinggung, gampang mengkafirkan orang, dan aksi-aksi kekerasan. Mereka menganggap diri dan kelompoknyalah yang memiliki otoritas kebenaran sejati. Kelompok-kelompok lain adalah kafir, penghuni neraka, dan kalau perlu harus dimusuhi bahkan dibasmi.
Add comment Maret 8, 2008


